Tuesday, February 13, 2007

Gundul atau Botak?

“Rania botak… Rania botak…..”. Demikian anak-anak tetangga memanggil, waktu kugendong anakku ke luar rumah, beberapa saat setelah aku cukur seluruh rambut di kepalanya. Memang, sudah lama aku ingin kembali mencukur gundul anakku. Ini kali ketiga kepalanya menjadi plontos. Kebetulan, hari Sabtu itu tanggal 1 Muharram atau 15 hari setelah ulang tahun pertamanya.
Ada rasa tidak nyaman di telinga mendengar panggilan itu. Memang benar kepala Rania sedang tidak berambut. Namun dia tidak botak. Kepalanya hanya sedang gundul. Sebelum dicukur, rambutnya tumbuh normal, bahkan terhitung lebat. Orang-orang sering menyebut rambutnya lebat, tebal, banyak, dan sebagainya.
Mengapa sih susah amat membedakan antara gundul dan botak. Sialnya, ini bukan hanya terjadi pada anak kecil, banyak orang dewasa yang salah kaprah. Dan justru di sinilah masalahnya. Kesalahan memilih kata pada anak-anak tentu disebabkan kesalahan orang tua dalam bertutur.
Gundul dan botak sama-sama mengacu pada keadaan kepala yang tidak atau kurang berambut. Namun keadaan gundul dicapai melalui proses pencukuran maupun “pencukuran”. Dalam bidang olah raga sering kita dengan kalimat: “Persija dicukur gundul 5-0” atau ditulis secara lebih singkat “Persebaya digunduli AC Milan”.
Botak adalah keadaan kepala yang kehilangan rambut karena karena proses alami. Biasanya berlangsung secara perlahan. Karena suatu sebab, rambut mengalami kerontokan dan lama kelamaan kepala menjadi botak. Umumnya dimulai dari tengah atau depan kepala. “Kepala botak dan kacamata adalah stereotype yang biasa digunakan untuk menggambarkan seorang profesor”. “Cegah kebotakan dengan krim ‘Rambut Kawat’.
Nah, tentu bukan karena kesebelasan Indonesia tidak mungkin mengalahkan Thailand jika tidak ada kalimat “Indonesia membotaki Thailand”. Juga tidak akan ada kalimat “Jangan biarkan kegundulan mengganggu penampilan Anda. Oleskan selalu krim ‘Minyak Jelantah’.
Kembali ke kepala anakku, meski kini rambutnya sudah tumbuh sekitar setengah sentimeter, jika ingin memanggilnya dengan memberi imbuhan terkait kepalanya adalah “Rania Gundul” bukan “Rania Botak”.

No comments: