Sudah lama jadi pertanyaanku, mengapa banyak sekali orang yang sulit membedakan ketiga huruf ini. Namun menjadi sangat menggangguku setelah kejadian di parkiran RSAB Harapan Kita, malam pertama Rania masuk rumah sakit (6/2), akibat muntah dan mencret.
Setelah Rania mendapatkan kamar, aku mau pulang untuk mengambil barang-barang keperluan menginap. Saat adikku mau mengambil motor di parkiran, aku menunggu di bagian pembayaran. “Nomornya be-6533-be-je-ve (B 6533 BJV), mbak, “ kataku pada penjaga loket. Aku lihat di layar tertulis “B 6533 BJP”. “Ve, mbak.....bukan pe,” jelasku. Lantas digantinya huruf P menjadi V. “Begini ya, mas?”
Kami pun pulang untuk mengambil barang-barang yang diperlukan untuk menginap di rumah sakit. Satu jam kemudian kami sampai kembali di parkiran rumah sakit. Adikku langsung masuk mencari tempat parkir. Penjaga loket tidak sempat melihat nomor sepeda motor. Aku yang turun di depan loket memberitahu nomor plat motorku....”be-6533-be-je-ve.” Kali ini yang ditulis petugas loket adalah B 6533 BJF. “Ve bukan ef, mas”, kataku membenarkan. Dia pun menggantinya menjadi V. Namun sambil mengetikan huruf, apa kata si mas parkir? “Itu vi, mas....bukan ve." Aduh, makin pusing kepalaku. Dalam hati hati aku bertanya, kita sedang berbicara dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris ya?
Monday, February 12, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment